JAKARTA, INDEPENDEN – Ini kabar buruk dari pemerintah, khususnya bagi dunia usaha konstruksi dan infrastruktur nasional.

Pemerintah menyatakan akan menarik rencana (drop) pengembangan 14 proyek infrastruktur yang sebelumnya telah dianggarkan dalam rencana Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan tersebut ditetapkan setelah dilakukan evaluasi mendalam melibatkan beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, beberapa proyek yang di-drop dari kelompok Proyek Strategis Nasional tersebut diantaranya proyek pembangunan kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, sistem penyediaan air minum regional Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) Sumatra Utara, bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke.

“Total nilai proyek yang didrop dari Program Strategis Nasional adalah Rp264 triliun,” ujar Darmin Nasution, Selasa (17/4/2018)

Selain itu, Pemerintah memutuskan akan melanjutkan pembangunan 222 Proyek Strategis Nasional (PSN). Diharapkan paling lambat pada kuartal III/2019, proyek-proyek tersebut sudah mulai dilakukan pembangunan konstruksinya.

Adapun, rincian dari 222 PSN tersebut yaitu terdiri atas 69 proyek jalan, 51 bendungan, 29 kawasan ekonomi khusus/kawasan industri/kawasan pariwisata, 11 proyek energi, 10 pelabuhan, 8 proyek air bersih dan sanitasi, 6 bandara, 6 irigasi, 6 proyek smelter.

Selanjutnya adalah 4 proyek teknologi, 3 proyek perumahan, 1 proyek pertanian dan kelautan, 1 proyek tanggul laut, 1 proyek pendidikan, 1 program pesawat terbang, serta 1 program agraria dan kehutanan. “Estimasi nilai investasinya lebih dari Rp4.100 triliun,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Selasa ini.

Mengenai kriteria proyek yang dimasukkan dalam Program Strategis Nasional, Darmin mengemukakan, jika proyek tersebut tidak akan bisa ada pembangunan fisik atau konstruksinya pada kuartal III tahun 2019 maka akan dianggap tidak diteruskan atau di-drop. “Kalau di-drop itu tidak berarti seumur-umur akan didrop, kalau nanti dia dipersiapkan lagi, dimajukan itu boleh saja,” ujar Darmin

Berdasarkan hasil evaluasi, dari semua PSN yang ada maka yang akan selesai 100 persen sampai dengan kuartal III/2019 adalah sebanyak 48 proyek. Adapun yang sudah membangun, baru mulai beroperasi, belum 100 persen operasinya efektif tapi sudah mulai beroperasi adalah 94 proyek dan 1 program kelistrikan. Kemudian, 86 proyek ditambah satu program mengenai industri pesawat, sudah akan mulai konstruksi tetapi baru akan mulai 2019 beroperasinya.

Ia menambahkan, dari 222 proyek yang masuk PSN tahun 2018 ini, terdapat satu proyek baru yaitu pembangunan Universitas Islam internasional Indonesia, yang diusulkan Menteri Agama dan satu program baru terkait pemerataan ekonomi yang di dalamnya ada mengenai sertifikasi lahan, perhutanan sosial, reforma agraria, dan peremajaan perkebunan rakyat. “Jadi ada satu proyek, satu program tambahannya,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here