Tahun 2018 merupakan tahun yang luar biasa bagi dunia startup di Indonesia, pasalnya salah satu unicorn terbesar di Indonesia,Go-Jek mampu mengembangkan pasar ke beberapa negara di Asia.

Namun dibalik hingar bingar kesuksesan Go-Jek,tren pendanaan startup justru lebih selektif.

Pasalnya tren pendanaan di tahun 2018 lebih condong ke pendanaan Seri B dibandingkan tahap awal (seed funding).Banyak dari startup yang layu sebelum berkembang ditahun 2018 ini.

 

Investor yang Bermain Aman

Investor cenderung lebih bermain aman memberikan investasi mereka kepada statrup dengan kondisi perkembangan finansial dan market yang lebih stabil dibandingkan memberikan investasi kepada startup yang masih “gelap” statusnya.

Kejelasan target market dan existing market menjadi acuan bagi investor untuk memberikan pendanaan.

Selain existing market investor juga melihat kemampuan produk berkembang dan tetap diterima dengan baik oleh pasar. Karena perkembang teknologi saat ini membuat inovasi dari sebuah produk adalah wajib hukumnya, sedangkan tidak semua inovasi bisa diterima oleh pasar.

Dengan kata lain kemampuan sebuah product untuk berkembang dan juga mengembangkan pasarnya menjadi nilai penentu terhadap proses investasi.

Banyak Startup Baru yang Masih Labil

Disamping kondisi market yang belum jelas, kebanyakan dari startup baru di Indonesia cenderung tidak memliki produk yang dapat diterima oleh market atau tak jarang produk yang dimiliki adalah produk yang telah banyak beredar di masyarakat tanpa memiliki deferensasi yang otentik. Hal ini jelas mempersulit ruang gerak startup baru untuk bersaing dipasar Indonesia.

Startup yang berhasil meraih status unicorn di Indonesia mayoritas adalah startup dengan produk yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarkat. Sebagai contoh Go-Jek yang berhasil memberikan solusi tranportasi dengan sangat efesien.

Selain produk utama dari Go-Jek dibidang transportasi, produk turunan Go_pay pun mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Dengan kemampuan menyelesaikan masalah dengan solusi Go-Jek mampu berkembang dengan pesat dan juga berhasil mendapatkan predikat sebagai startup Unicorn di Indonesia.

Hal ini yang sulit ditemukan didalam startup baru di Indonesia. Kebanyakan startup baru di Indonesia hanya memikirkan strategi pemasaran produk yang telah dibuatnya bukan untuk memberikan solusi

terhadap suatu masalah yang ada. Padahal produk yang dapat diterima dan berkembang dengan baik diera digital saat ini adalah produk yang mampu memberikan solusi bagi sebuah masalah.

Berkolaborasi adalah Solusi

Banyak startup besar yang melakukan kolaborasi demi mengembangkan produk, seperti contoh kolaborasi antara Halodoc dan Go-Jek.

Dengan dihilangkannya Go-Medicine dan mengganti dengan Halodoc,Go-Jek mampu memberikan peningkatan pada layanan produknya. Demikian juga Halodoc yang mendapatkan pasar yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Dengan berkolaborasi startup mampu memberikan solusi diluar kemampuan yang dimiliki, dengan demikian produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Dengan demikian produk tersebut mampu diterima oleh pasar dengan baik dan juga memiliki pengembangan pasar yang juga lebih baik. [SP]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here