JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Bukopin yang dihadiri mayoritas pemegang saham menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) untuk tambah modal.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, Rights Issue ini diharapkan dapat menambah Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perseroan sebesar 2-3 persen. Per Agustus 2019, posisi CAR Perseroan berada pada kisaran 13,23 persen.

Eko mengatakan pengajuan Penawaran Umum Terbatas V oleh Perseroan didasari pada pertimbangan untuk meningkatkan permodalan Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi usaha.

Jumlah saham yang akan diterbitkan bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas V.

Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas V direncanakan akan dilaksanakan pada Semester II tahun 2019.

“Keseluruhan dana hasil penambahan modal dalam Penawaran Umum Terbatas V ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh Perseroan untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan,”.

Bank Bukopin telah menetapkan strategi dan target bisnis untuk memacu pertumbuhan kinerja Perseroan.

Untuk jangka pendek, yaitu dalam 1-3 tahun ke depan, Perseroan telah menetapkan sasaran yaitu revitalisasi arah bisnis, perbaikan kualitas aset dan sumber dana, serta penguatan bisnis proses, yang dilanjutkan dengan pengembangan bisnis yang disiplin dan fokus pada segmen ritel, baik dari sisi pendanaan, maupun penyediaan dana.

Strategi tersebut akan dilakukan secara selektif sesuai segmen bisnis unggulan, fee based maupun transaksional yang akan dicapai melalui produktivitas sumber daya, kualitas dan proses bisnis.

Dalam jangka menengah, sasaran yang dibidik Perseroan adalah tumbuh berkelanjutan dengan struktur bisnis yang kuat dan sehat melalui fokus pada segmen ritel, produktivitas sumber daya, struktur bisnis berkualitas, dan bisnis proses yang efisien.

Dengan begitu, Perseroan diharapkan dapat beroperasi secara kompetitif dan dapat meningkatkan value proposition.

Hingga Semester I/2019 Bank Bukopin terus menjaga tren pertumbuhan jangka panjang. Hal ini terlihat dari posisi aset Perseroan yang mencapai Rp97,74 triliun, tumbuh 6,62 persen dibandingkan dengan posisi pada 30 Juni 2018 sebesar Rp91,67 miliar.

Kenaikan posisi aset Perseroan per Juni 2019 ditopang oleh realisasi penyaluran kredit yang mencapai Rp66,64 triliun dan kenaikan dana pihak ketiga sebesar 9,46 persen secara year-on-year menjadi Rp78,90 triliun. Kondisi tersebut juga menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bukopin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here