INDEPENDEN.CO – Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi ingin wujudkan desa yang mandiri, yaitu Mandiri sosial, ekonomi dan berdemokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat Ditjen PKP Kemendes PDTT menggelar rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Kawasan Perdesaan Lintas Kementerian/Lembaga di Millenium Hotel, Jakarta pada Selasa, (12/11/2019).

“Artinya kita ingin desa-desa melakukan transformasi. Desa-desa menjadi kekuatan baru yang menjadi mitra strategis dari pengembangan perkotaan,” kata Anwar.

Disampaikan Anwar, ketika melakukan pembangunan perdesaan sebagai sebuah kawasan, ingin kawasan-kawasan ini menjadi perekat dari pembangunan-pembangunan desa.

Bahkan bisa menjadi ujung tombak dari pembangunan desa itu sendiri yang bisa diwujudkan dengan pembangunan-pembangunan lainnya.

Lebih lanjut Anwar mengatakan bahwa dalam menyongsong RPJMN 2020-2024, Kemendes PDTT diberikan beban untuk mengentaskan 10.000 desa tertinggal dan menjadikan 5.000 desa menjadi desa mandiri.

Menurut Anwar, ini menjadi langkah ringan karena dilaksanakan secara bersama. Prinsip kolaborasi government ini adalah merupakan satu prinsip yang harus didorong dan diwujudkan untuk bisa terlaksana.

“Mudah-mudahan dalam rakor ini bisa menghasilkan rumusan-rumusan yang bisa kita laksanakan lima tahun kedepan,” kata dia.

Dalam Rakor PKP Lintas K/L ini menggundang tiga Kementerian Koordinator yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta 18 Kementerian yang terkait dengan Pembangunan Kawasan Perdesaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here