INDEPENDEN.CO – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan berusaha permudah para petani dapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah pemerintah menurunkan suku bunga KUR menjadi enam persen dan menambah plafon KUR menjadi Rp190 triliun.

SYL, sapaan akrabnya, mengatakan, saat ini Kementan masih terus mencari solusi untuk membuka akses lebih lebar bagi para petani dalam mendapatkan KUR tersebut.

“Memang petani sudah tahu bahwa ini tanpa agunan tapi kenyataan di lapangan tidak seperti apa yang ada. Ini yang kita cari solusinya,” kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

SYL menjelaskan, keputusan pemerintah untuk menggunakan sistem klaster atau pengelompokkan dalam penyaluran KUR membutuhkan program lanjutan yang lebih efektif sehingga pinjaman tersebut bisa lebih dirasakan oleh para petani secara merata.

“Salah satu bentuk pengendaliannya harus ada tingkatannya ke bawah melalui organisasi, tidak di atas penentuanya sehingga kita bisa betul-betul lihat. Pengelompokkan dan sistem klaster itu menjadi bagian dari pengendalian yang membutuhkan gerakan yang lebih efektif,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul Yasin Limpo pun berharap dengan adanya kenaikan plafon KUR pada 2020 itu bisa sejalan dengan adanya alokasi penyaluran KUR yang lebih besar ke sektor pertanian.

“Kita hari ini mendapat sebuah kepastian bahwa ada peningkatan KUR pastinya pertanian membutuhkan itu lebih banyak,” ujar Politis Partai NasDem ini.

Syahrul Yasin Limpo mengusulkan KUR yang tersalurkan untuk petani pada 2020 mendatang mampu menembus angka Rp50 triliun karena sektor pertanian memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian dalam negeri.

“Kita sangat besar lah di pertanian karena itu yang paling banyak berhubungan, Rp50 triliun itu standar yang kita berikan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here