INDEPENDEN.CO – Tak lama lagi, masyarakat Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakaan, Kabupaten Cirebon akan dapat membayar dengan uang elektronik saat bertransaksi di toko-toko keperluan sehari-hari dekat tempat tinggal mereka.

Desa ini telah ditetapkan menjadi Proyek Percontohan Percepatan Keuangan Inklusif Menuju Desa Juara Lahir Batin.

“Kami berinisiatif menciptakan ekosistem pembayaran nontunai secara keseluruhan dengan dukungan Bank Dunia atas kerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Barat melalui sebuah proyek percontohan percepatan keuangan,” tutur Head of Project Management Office Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Djauhari Sitorus dalam acara Peluncuran Proyek Percontohan Percepatan Keuangan Inklusif Menuju Desa Juara Lahir Batin, Cirebon, Rabu (12/11/2019).

Proyek percontohan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong lebih banyak lagi masyarakat yang memiliki dan menggunakan produk dan layanan keuangan formal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proyek ini juga sejalan dengan program kerja TPAKD Jabar yang mendukung program #DesaJuara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya di area percepatan keuangan inklusif.

“Pada tahap awal uang elektronik sudah dapat digunakan di tiga toko yang berjarak sekitar satu kilometer jauhnya dari desa mereka,” tutur Djauhari sebagaimana dikutip dari situs web Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selanjutnya pihaknya akan menyiapkan 22 toko di dalam desa guna melayani pembayaran nontunai berbasis QR-Code.

Desa Pegagan Kidul dihuni 1.873 rumah tangga dan 3.142 keluarga ini terletak di Kecamatan Kapetakaan pada Kabupaten Cirebon.

Mayoritas rumah tangga beranggotakan sedikitnya satu pekerja migran luar negeri atau pekerja migran domestik, dan banyak yang masih menerima Bantuan Pangan NonTunai (BPNT) atau bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Pendapatan mayoritas rumah tangganya tak lebih dari Rp5 juta per bulan, dan masih ada yang tidak memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pribadi. Selain itu, masih ada 639 rumah tangga yang tidak memiliki rekening bank alias unbanked, namun memilih untuk menyimpan tabungannya secara informal.

Padahal, menurut Djauhari, masyarakat dapat bertransaksi dengan lebih aman dan lebih murah dengan uang elektronik.

“Resikonya pun terbilang lebih kecil terhadap adanya bencana alam maupun kejahatan dengan menyimpan uang di perusahaan tekfin maupun perbankan,” lanjut Djauhari.

Tak hanya bagi pembeli, pelaku usaha mikro dan kecil juga diuntungkan dengan pembayaran nontunai. Terlebih sejumlah penyedia jasa seperti BNI, BRI, Mandiri, PNM Mekaar, Pegadaian dan Bank Jabar Banten telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung rencana DNKI.

Tidak mau ketinggalan, lembaga keuangan lain seperti BPR Astanajapura, BTPN, BRILife, LinkAja serta DANA juga menyanggupi apabila diikutsertakan dalam rencana tersebut.

“Seluruh transaksi non-tunai ini dapat digunakan sebagai dasar penilaian kelayakan kredit. Ini akan menguntungkan pelaku usaha, karena mereka bisa mendapat berbagai opsi pembiayaan baru”, tutur Djauhari.

Dalam proyek ini warga Desa juga akan diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah kegiatan product matching pinjaman mikro bersama PT PNM dan PT Pegadaian sebagai upaya pengembangan usaha.

Dalam enam pertemuan selama tiga hari, sebanyak total 30 rumah tangga akan diedukasi mengenai pinjaman lembaga keuangan formal, mengenai jenis-jenis pinjaman serta skema dan syarat peminjamannya.

“Inilah kesempatan emas yang dapat dimanfaatkan warga setempat untuk dapat meminjam dengan mudah, aman dan nyaman,” ujarnya.

Djauhari berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Pegagan Kidul dan kelompok Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengoptimalkan produk layanan keuangan formal yang ada sesuai kebutuhan demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Program ini juga diharapkan dapat dijadikan contoh agar dapat diterapkan oleh TPAKD Jabar di lokasi lain di Jawa Barat dan oleh SNKI di provinsi lain di Indonesia,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here