INDEPENDEN.CO, MAKASSAR – Ratusan pengendara motor dari Komunitas Ojol (Ojek Online) di Kota Makassar menggelar aksi damai di depan Monumen Mandala, Jumat (15/11/2019) petang.

Dipimpin Astriadi Ardi, aksi damai itu mengecam pelaku aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan yang dilakukan oleh oknum yang menggunakan atribut Ojek Online. Selain itu, massa yang hadir juga menggelar doa bersama untuk kedamaian di Indonesia.

Massa aksi secara bergantian menyatakan kecaman dan keprihatinan atas kejadian Bom Bunuh Diri di Kota Medan itu. Sekaligus menegaskan, jika Ojol itu bukanlah teroris, namun itu hanya dilakukan oleh oknum.

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar yang juga Pembina Ojol HA Nurhaldin HN yang turut hadir menegaskan jika Ojek Online bukanlah teroris. Ia juga menegaskan, pelaku Bom Bunuh Diri itu bukanlah bagian dari Komunitas Ojol.

“Kami yakin seluruh Nusantara mencekam tindakan yang terjadi di Polrestabes Medan,” kata Politikus Partai Golkar ini.

Nurhaldin menuturkan, imbas dari kejadian di Polrestabes Medan itu membuat Komunitas Ojol kesulitan karena ruang gerak jadi terbatas dan bahkan ada sejumlah kantor-kantor yang melarang mereka untuk masuki kantor tersebut.

“Jadi teman-teman kita sama-sama semuanya menjaga dan jangan ada lagi oknum yang telah menggunakan atribut ojol,” tegas Politikus Muda ini.

Sementara itu, Kapolsek Ujung Pandang Komisaris Polisi (Kompol) Wahyu yang turut hadir mengatakan, aksi ini mungkin bagian dari Solidaritas Ojol menyikapi peristiwa yang terjadi di Polrestabes Medan.

“Kejadian di Polrestabes Medan itu adalah oknum, mari kita bekerja sesuai prosedur jaga etika.

Kita jaga kota Makassar dari oknum oknum jahat,” kata Kompol Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here