Aset First Travel, Kejaksaan Agung Bakal Periksa Kajari Depok

  • Whatsapp
Jaksa Agung ST Burhanuddin (AJNN)

INDEPENDEN.CO – Kejaksaan Agung RI bakal memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri Depok terkait pernyataannya soal keputusan uang hasil lelang aset pemilik agen First Travel diserahkan kepada negara.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin akan mempelajari pernyataan Kajari Depok Yudi Triyadi dan meminta yang bersangkutan meluruskan apabila ditemukan kekeliruan.

“Baik ini akan dipelajari dan kalau memang itu salah saya akan minta dia meluruskan dan mempertanggungjawabkan,” kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung RI, Selasa (19/11/2019).

Hal tersebut diucapkan ketika merespons pertanyaan awak media mengenai permasalahan aset sitaan barang bukti dalam kasus First Travel. Semula, ia bersikukuh bahwa Kejaksaan meminta agar aset tersebut tidak dilelangkan.

Burhanuddin menganggap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara penipuan dan pencucian uang di perusahaan agen umrah First Travel tidak sesuai dengan tuntutan jaksa.

Meski putusan kasasi MA telah menetapkan bahwa aset sitaan barang bukti First Travel untuk dilelang, menurut Burhanuddin, seharusnya aset harta tersebut dikembalikan kepada korban. Ia menganggap putusan tersebut bermasalah.

“Padahal kami tuntutannya (aset barang bukti) dikembalikan kepada korban, putusan itu kan jadi masalah,” kata Burhanuddin.

Korban penipuan First Travel menyampaikan keberatan atas pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Depok soal keputusan bahwa uang hasil lelang aset pemilik agen travel tersebut diserahkan ke negara. Mereka menyesalkan karena keputusan tersebut dinilai tidak mengganti kerugian korban.

Dalam perkara First travel, jaksa menerapkan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan, Pasal 372 juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang penipuan secara bersama-sama serta Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kajari Depok menyatakan pihaknya tidak akan melelang aset First Travel yang masih dalam gugatan secara perdata.

“Terkait barang buktinya sebenarnya kemarin itu sedikit terpotong apa yang saya jelaskan. Ada bahasa saya menyampaikan pada saat itu terhadap barang bukti yang masih dalam proses gugatan kita akan mem-pending (tunda) eksekusi tersebut,” kata Yudi di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Yudi mengatakan jaksa belum melelang aset First Travel walaupun putusan sudah inkrah. Menurutnya, jaksa akan melakukan upaya hukum lainnya, salah satunya opsi Peninjauan Kembali (PK). Ia pun menegaskan saat ini pihaknya belum membentuk tim yang akan melelang aset Andika.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *