Perekonomian Sulsel Mulai Menggeliat

  • Whatsapp

MAKASAAR, INDEPENDEN.CO – Perekonomian Sulawesi Selatan yang juga didera penyebaran Covid-19, mulai menggeliat yang ditandai peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2020 mencapai Rp 133,02 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 86,34 triliun.

Read More

Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 memang masih turun atau kontraksi -1,08 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh  Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 12,20 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 2,35 persen.

Gejala pertumbuhan ekonomi Sulsel yang menggeliat, terlihat pada kinerja perekonomiam Triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,18 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 59,29 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 12,46 persen.

Secara kumulatif, ekonomi Sulawesi Selatan sampai triwulan III-2020 dibandingkan dengan kumulatif sampai triwulan III-2019 (c-to-c) kontraksi -0,71 persen.

Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,85 persen. Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen PMTB sebesar 0,95 persen.

Perekonomian suatu negara diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB), sementara besaran ekonomi wilayah diukur dengan PDRB.

PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *